Batulicin, wartabanua.com –  Lembaga Ade Ogie terus menunjukkan perannya dalam menjaga kelancaran dan kenyamanan pelaksanaan event Pesona Budaya Maritim Mappanre Ritasi’e di kawasan Pantai Pagatan Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu.

Berbagai langkah strategis dilakukan, mulai dari menjamin pasokan listrik, keamanan, hingga penataan pedagang agar lebih tertib dan rapi.

Dalam mendukung aktivitas pedagang, Lembaga Ade Ogie bekerja sama dengan PLN untuk memastikan tidak terjadi pemadaman listrik selama kegiatan berlangsung dari 12 hingga 26 April nanti.

Ketua Lembaga Ade Ogie Pagatan, Fawahisah Mahabbatan, Senin (13/4/26) mengatakan tanggungjawabnya sebagai lembaga ade berkomitmen untuk memberikan kenyamanan pada pedagang dan pengunjung. Saat ini juga, pihaknya telah menggandeng PLN.

Langkah ini penting guna menjaga kualitas dagangan, khususnya makanan dan minuman yang memerlukan pendingin seperti kulkas, sehingga para pedagang tidak mengalami kerugian.

“ Pasokan listrik ini sangat penting sekali, terutama para pedagang yang punya mesin pendingin dan peralatan keperluan listrik lainnya. Listrik mati akan sangat merugikan pedagang, makanya kami gandeng PLN untuk menghindari itu yang bisa menyebabkan kerugian,” katanya.

Dari sisi keamanan, lembaga Ade Ogie juga telah menggandeng TNI Polri untuk mengantisipasi potensi gangguan, termasuk mencegah aksi penjarahan serta menjaga ketertiban umum selama event berlangsung.

Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) juga dilakukan secara terstruktur. Area jualan diatur agar pengunjung dapat menikmati makanan dan minuman terlebih dahulu. Kemudian mudah beralih ke lapak UMKM lainnya, seperti penjualan pakaian dan produk kerajinan. Sistem parkir pun ditata dengan baik untuk menghindari kemacetan dan memberikan kenyamanan bagi pengunjung.

“Berkat keterlibatan berbagai unsur, termasuk dukungan pemerintah daerah, sistem pengelolaan kegiatan menjadi lebih terorganisasi. Hal ini juga berdampak pada peningkatan kontribusi terhadap pendapatan daerah yang lebih terukur dan transparan,” katanya.

Tak hanya itu, Lembaga Ade Ogie bersama pemerintah daerah juga menghadirkan hiburan berkualitas dengan mendatangkan talenta dari ibu kota setiap akhir pekan.

“Kehadiran hiburan ini diharapkan menjadi sarana rekreasi bagi masyarakat, baik aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat umum, untuk melepas penat setelah menjalani aktivitas disiang hari,” ungkpa Fawahisah.

Dengan sinergi yang kuat antar pihak, kegiatan budaya di Pagatan tidak hanya menjadi ajang pelestarian tradisi, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan hingga menarik pengunjung dari luar daerah.